Part #5 : Nayla yang tak ingin berduaan di rumah bersama pembantu bejatnya

Kaki melangkah cepat. Ia terlihat buru – buru mendatangi suatu rumah. Setibanya ia disana, ia langsung mengetuk pintu rumahnya dengan tergesa – gesa karena takut pria tua itu terbangun dan memergokinya ada disana. Tokkk…...

Part #4 : Nayla semakin tersiksa

Tokkk… Tokk… Tokkk… “Assalamualaikum” Sapa seseorang. Tokkk… Tokk… Tokkkk… “Assalamualaikum, mbak” Terdengar suara ketukan pintu lagi yang membuat Nayla terbangun lalu mengulet diatas ranjang tidurnya. “Ehhh… Siapa itu yah ?” Ucap Nayla setengah tidur....

Part #3 : Siapkan dirimu sayang

“Dah siap mas ? Ada yang ketinggalan gak ?” Tanya Nayla saat membantu persiapan suaminya berangkat ke kantor. “Sudah kok semuanya ? Eh udah kan yah ?” Tanya Miftah sambil mengingat – ngingat sesuatu...

Nayla Part #2 : Tak ada lagi aroma sperma yang menyengat di mulutnya

Nayla sudah mandi. Aroma tubuhnya juga sudah wangi. Tak ada lagi aroma sperma yang menyengat di mulutnya karena dirinya sudah menggosok gigi berulang kali. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam. Nayla...

Nayla Part #1 : Hidup itu indah

Hidup itu indah, kalau belum indah berarti hidup belum berakhir. Begitu lah motto hidup yang Nayla jalani. Setiap kali ia mengalami kesulitan dalam hidupnya. Ia selalu mengingat motto hidupnya. Ia tahu, ia sangat yakin...

Part #20 Tamat : Kali ini aku harus bertanggung jawab

Mataku tak kunjung lepas dari jarum jam di dinding sepanjang kelas berlangsung. Ibu dosen yang sedari tadi terus berkomat-kamit mengucapkan materi tak lagi ku pedulikan. Aku sudah mengatakan akan datang ke wisuda Kak Sasha...

Part #19 : Aku ngentot Mama aku sendiri ahhhh

Malam-malam yang ku lalui rasanya semakin menggairahkan saja. Siapa yang sangka coba, Desy, seorang gadis yang baru saja ku kenali seminggu terakhir ini dengan senang hati mau bersenggama denganku? Lebih mengejutkan lagi ia bahkan...

Part #18 : Semalam suntuk bersenggama liar dengan Mama

Bunyi alarm yang kencang sontak membangunkanku. Dengan tergesa aku meraih ponsel untuk mematikannya. Kepalaku masih terasa pengar, baru saja semalam suntuk bersenggama liar dengan Mama. Ah sialan, kenapa sih lupa matiin alarm di akhir pekan...

Part #17 : Masa sekali aja

Dengan raut kelelahan kami bertiga duduk di sofa lobi hotel. Saat ini kami sedang menunggu mobil jemputan Aurel. Kebetulan Elma juga menumpang Aurel siang ini. Ya, siang ini. Kami bertiga terlalu sibuk bercinta sampai...

Part #16 : Elma kembali bergerilya

“Jadi gimana sebenarnya perasaanmu ke orang itu?” tanya Desy. “Aku gak yakin Des…” aku terdiam sesaat, memandangi gerombolan keluarga yang sedang bersepeda bersama. Kalau dipikir-pikir bagaimana sebenarnya perasaanku pada Kak Sasha ya? Aku suka...

Part #15 : Bertemu Desy

Pagi ini pukul 5:15 aku meninggalkan rumah untuk melakukan jogging. Meski sudah sering berkeringat karena adegan seks yang seminggu ini terus menimpaku, namun aku tetap harus rajin berolahraga agar tetap bugar. Lagipula, terjaganya bentuk tubuhku...

Part #14 : Ngewe Nissa di depan Mama

Hari ini adalah tanggal merah, kebetulan pula aku sedang tidak berencana untuk bertemu Elma maupun Aurel hari ini. Ada baiknya ku luangkan hari ini untuk menikmati hari yang berkualitas di rumah. Aku duduk di...